Mengasuh Anak Kembar

Oleh Achmanto Mendatu
-
Orangtua pemilik akan kembar biasanya selalu menyamakan segala-galanya untuk anak kembar, mulai dari nama yang sama, pakaian yang sama, permainan yang sama, makanan yang sama, sampai memasukkan mereka ke dalam sekolah yang sama. Menurut mereka itulah yang terbaik buat anak-anak. Perlakuan yang sama bisa menghindari kecemburuan satu sama lain. Akan tetapi akibatnya anak kembar saling mengidentikkan diri dan sangat tergantung satu sama lain.

Banyak anak kembar saling mengasosiasikan diri sangat kuat dengan kembarannya. Seolah-olah mereka adalah satu orang. Misalkan saja melakukan kegiatan apapun harus bersama dengan yang lain dan harus juga menyenangkan yang lain. Jika yang lain tidak suka maka tidak akan dilakukan. Mereka tidak dapat melakukan kegiatan sendiri secara terpisah. Apabila dipisahkan maka mereka akan jatuh sakit.

Membiarkan anak kembar saling mengidentikkan diri bukan sesuatu yang baik buat anak. Sang anak akan kesulitan untuk mandiri dan berkembang dimasa depan. Oleh karena itu perlu suatu metode khusus yang mendorong masing-masing anak berkembang sendiri sebagai pribadi yang terpisah dan mandiri. Meskipun tentu saja perasaan kedekatan sang anak terhadap kembarannya akan sulit dikurangi. Akan tetapi, paling tidak anak didorong untuk mandiri dan tumbuh sebagai individu tersendiri.

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orangtua anak kembar dalam mendorong perasaan seorang anak sebagai individu yang terpisah :
  1. Memberikan waktu khusus dengan salah satu anak saja
  2. Tidak menyebut anak kembar dengan ‘si kembar’ dan semacamnya yang mengkategorikan mereka sebagai kesatuan. Sebut masing-masing mereka dengan namanya sendiri
  3. Menghukum atau memberikan hadiah atas kesalahan atau prestasi masing-masing secara khusus, tidak bersama-sama.
  4. Mendorong anak-anak untuk menemukan minat dan kegiatannya sendiri yang berbeda dengan kembarannya.
  5. Mendorong masing-masing anak kembar untuk mencari teman-teman akrab selain kembarannya.
  6. Tidak menyamakan standar harapan pada anak-anak apabila kemampuan mereka berbeda.
  7. Menunjukkan pada anak-anak karaktersitik unik mereka yang berbeda dengan kembarannya
  8. Merayakan keberhasilan yang dicapai salah satu anak kembar hanya untuk yang mencapai keberhasilan itu saja. Meskipun disatu sisi bisa menyakiti hati kembarannya, tetapi hal itu akan menjadi pelajaran bagus bagaimana berkompetisi secara sehat.
  9. Mengabadikan secara individual kenangan sang anak.
  10. Mengidentifikasi kepemilikan bersama serta kepemilikan masing-masing anak secara terpisah.