Duh, Sepinya

Oleh Achmanto Mendatu
-
Kesepian merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan manakala membicarakan cinta. Kesepian seringkali merupakan pendorong untuk melakukan hubungan dengan orang lain. Sementara itu kegagalan menjalin hubungan cinta juga bisa menimbulkan kesepian. Kesepian adalah keadaan yang didefinisikan sebagai perasaan kekurangan (deficit) dalam hubungan sosial yang menyediakan kesempatan untuk keintiman atau kedekatan emosional dan persahabatan (Stokes & Levin, 1986). Kesepian berasal dari kesenjangan antara kebutuhan atau dorongan seseorang akan tingkat kontak sosial dengan jumlah kontak sosial yang dimiliki. Kesepian merupakan pengalaman subjektif. Orang dapat sendirian tanpa mengalami kesepian dan dapat kesepian dalam keramaian (Blackwell Encyclopedia of Social Psychology, 1996).

Kesepian sering ditemui pada akhir masa remaja dan dewasa awal, yakni saat seseorang mulai mengerti dan memahami peran seks mereka dan jatuh cinta. Kesepian sangat mungkin berasal dari kegagalan menjalin hubungan cinta. Mudah kita dapati seseorang yang mengaku kesepian beralasan karena belum mendapatkan kekasih.

Pada umumnya perempuan lebih merasa kesepian daripada laki-laki. Mereka juga memiliki perbedaan dalam menilai kesepian (Stokes & Levin, 1986). Laki-laki menilai kesepian berdasarkan jumlah hubungan sosial. Sementara itu perempuan menilai kesepian berdasarkan kualitas hubungan, seperti dukungan sosial, kedekatan emosional, dan lainnya. Gampangnya, bila anda laki-laki maka anda cenderung melihat diri kesepian bila kurang memiliki teman beraktivitas bersama. Namun bila anda perempuan, anda cenderung merasa kesepian bila tidak ada seorang temanpun menghubungi anda, dan tidak ada teman tempat bercerita kegundahan hati.

Pernahkah anda merasa kesepian dalam hidup anda? Bila pernah, anda tidak sendirian. Sangat banyak orang yang merasa kesepian dalam hidupnya. Apalagi saat ini orang-orang semakin individualis dimana hubungan-hubungan sosial akrab mulai ditinggalkan berganti hubungan-hubungan yang bersifat ekonomis. Akibatnya orang kesepian semakin banyak saja. Weiss membedakan 2 tipe kesepian, yaitu:
  1. Kesepian emosional. Tidak adanya kelekatan emosional yang intim. Akibatnya meskipun seseorang memiliki kekasih, tetap saja ia bakal merasa kesepian.
  2. Kesepian sosial. Tidak adanya hubungan sosial yang memadai. Seseorang benar-benar kurang memiliki hubungan dengan orang lain.
Ada beragam cara orang bereaksi kesepian. Mulai dari tidak melakukan apa-apa sampai melakukan berbagai tindakan. Secara umum orang melakukan satu atau dua hal dari empat reaksi terhadap kesepian berikut:
  • Kesedihan yang pasif (contoh; tidur, menangis, tidak melakukan apa-apa)
  • Aktif dalam kesendirian (active solitude), misalnya bekerja, mendengarkan musik, menonton film, jalan-jalan.
  • Menghabiskan uang
  • Melakukan kontak sosial, termasuk berusaha mencari kekasih, menemui teman, dan sebagainya.